Tanda Serangan Jantung pada Perempuan yang Sering Diabaikan, Wajib Diperhatikan
Serangan jantung pada perempuan sering muncul dengan gejala yang tidak khas dan mudah disalahartikan, sehingga banyak wanita mengabaikannya, padahal mengenali tanda-tanda ini lebih dini bisa menyelamatkan nyawa.
Serangan jantung tidak selalu terlihat seperti yang sering digambarkan di film â dengan seseorang terjatuh lalu memegangi dadanya. Bagi perempuan, gejalanya bisa lebih halus dan mudah disalahartikan sebagai masalah ringan, bahkan sering dianggap akibat stres, kelelahan, atau pencernaan. Padahal, mengabaikan tanda-tanda awal ini dapat berakibat fatal jika tindakan medis tertunda.
Menurut informasi medis dari American Heart Association, ada delapan tanda serangan jantung yang sering dialami perempuan dan sering diabaikan karena tidak âklasikâ: gejala tersebut antara lain tekanan atau ketidaknyamanan di dada, tetapi juga bisa muncul sebagai kelelahan ekstrem, sesak napas, mual atau gangguan pencernaan, pusing, berkeringat dingin, serta nyeri yang menjalar ke leher, rahang, punggung atau lengan.
Perbedaan ini muncul karena respons biologis dan pola nyeri pada perempuan sering tidak seketat yang dialami laki-laki, sehingga tubuh menyampaikan peringatan dengan cara yang lebih samar. Selain itu, perempuan juga lebih mungkin mengalami gejala seperti kelelahan tak wajar yang tidak hilang meski sudah beristirahat, yang sering dianggap sebagai kelelahan biasa akibat kerja dan tanggung jawab rumah tangga.
Tak hanya itu, sensasi tidak nyaman di bagian tubuh lain seperti rahang, punggung atas, lengan, atau bahkan perut bagian atas dapat menjadi sinyal bahwa aliran darah ke jantung terganggu. Keluhan seperti ini mudah disalahartikan sebagai gangguan pencernaan, nyeri otot, atau stres, sehingga banyak perempuan menunda mencari pertolongan medis.
Gejala seperti merasa sesak napas saat tidak melakukan aktivitas berat, atau keringat dingin dan pusing tanpa sebab yang jelas, juga perlu diwaspadai. Ini bisa menjadi tanda bahwa jantung tidak mendapatkan oksigen yang cukup dan memicu respons tubuh yang lebih luas.
Karena gejala serangan jantung pada perempuan bisa berbeda dari yang umum dipahami, para dokter menyarankan agar wanita tidak menunggu gejala menjadi parah atau âklasikâ sebelum mencari bantuan medis, terutama jika tanda-tanda tersebut muncul tiba-tiba atau berlangsung terus-menerus. Semakin cepat tindakan medis diambil, semakin besar peluang pencegahan kerusakan jantung yang serius.
Pahami tubuh Anda dan jangan anggap sepele perubahan yang terasa tidak biasa â kenali dan waspadai tanda-tanda serangan jantung, karena penanganan lebih cepat dapat menyelamatkan nyawa.





